EMR di Masa Depan - Dari Perbanyak Jumlah Pasien, Menuju Peduli Kondisi Pasien

Konsep EMR (Electronic Medical Records) sudah muncul sejak tahun 1972, dengan mimpi awal untuk merubah catatan rekam medis pasien yang sebelumnya menggunakan format konvensional menjadi format digital. Teknologi ini membantu para tenaga medis di rumah sakit untuk mengumpulkan dan mencari data terkait kondisi pasien dan pengobatannya dengan lebih mudah dan cepat.


Konsep pencatatan data pasien secara elektronik dengan menggunakan perangkat lunak canggih juga sudah digalakkan sejak tahun 2004 di Amerika Serikat. Meski sudah digunakan untuk waktu yang terbilang lama, ternyata implementasinya masih jauh dari sempurna. Masih banyak pengembangan dan langkah implementasi lain yang bisa dilakukan agar penerapam EMR dapat lebih maksimal.


Sesuai penelitian yang dilakukan oleh Signify Research pada rumah sakit di Amerika Serikat pada tahun 2017, ternyata ditemukan bahwa 87% dari tenaga medis memang yang sudah menggunakan sistem EMR. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa rumah sakit menggunakan sistem EMR hanya untuk keperluan operasional/administrasi dan klinis. Sistem EMR di rumah sakit masih belum dimanfaatkan dengan optimal untuk keperluan pertukaran data antara sistem dan manajemen keuangan, apalagi untuk keperluan pelayanan masyarakat. Dan proyeksi sampai tahun 2023 juga masih memungkinkan rumah sakit untuk memperkuat sistem EMR yang digunakan.



Rekam Medis Elektronik harus Aman & Cerdas

Seiring berkembangnya teknologi dengan pesat, maka EMR juga akan semakin penting dalam operasional industri kesehatan sehari-hari. Beragam inovasi juga terus ditambahkan sehingga EMR menjadi lebih berguna dan praktis. Ada dua tren EMR di masa depan yang akan menjadikan industri kesehatan semakin efektif dan efisien dalam memberikan pelayanannya.


EMR lebih Aman dengan Cloud Computing

Pada industri kesehatan modern, kerahasiaan data pasien menjadi sangat penting dan harus diutamakan. Untuk memastikan hal ini, teknologi cloud computing digunakan untuk meningkatkan sistem pengambilan keputusan klinis dan jasa pelayanan kesehatan dari jarak jauh.


Teknologi cloud computing dalam EMR membantu para profesional penyedia layanan kesehatan selalu up-to-date dengan standar medis terbaru. Dokter tidak perlu lagi menghabiskan terlalu banyak waktu untuk mencari-cari data pasien. Hal ini nantinya juga akan mengurangi waktu tunggu yang pada akhirnya meningkatkan pengalaman positif baik pasien dan dokter.


Dalam teknologi cloud computing ini, para ahli di industri kesehatan sangat berharap agar EMR dapat diintegrasikan dengan Wi-Fi. Tujuannya adalah agar memungkinkan dilakukannya perawatan pada pasien rawatan jalan secara jarak jauh. Tidak dapat dipungkiri, tren ini dapat membuka jalan kemudahan akses data kesehatan pribadi bagi pasien dengan sistem berbasis cloud yang tersentralisasi. Sistem EMR sudah harus mempunyai fitur yang bisa mengintegrasikan beberapa sistem yang berbeda untuk memudahkan operasional medis di rumah sakit. Seorang dokter, bahkan pasien, harusnya bisa melihat diagnosa dan resep yang pernah digunakan sebelumnya, kapanpun dan dimanapun.


EMR lebih Cerdas dengan Natural Language Processing

Teknologi Artificial Intelligence (AI) sudah menunjukkan manfaatnya dalam menganalisis sejumlah besar data dengan cepat dan mengenali pola dalam data, dengan tujuan untuk memberikan rekomendasi berupa diagnosa klinis pada dokter. Bahkan EMR sudah perlu diintegrasikan dengan kemampuan Voice Recognition untuk semakin meningkatkan kinerja EMR.


Natural Language Processing merupakan trenEMR lain yang akan muncul di masa depan. Menggunakan teknologi ini, dokter dapat meminta semua informasi spesifik terkait pasien. Tidak hanya itu saja, informasi yang ada di dalam sistem EMR dapat ditinjau dan diprediksikan apakah akan menjadi hasil yang diharapkan.


Natural Language Processing akan membantu dokter lebih fokus dan peduli terhadap kondisi pasien, dimana dokter dapat menghabiskan lebih banyak waktu dengan pasien. Sebagai contoh praktik medis, jika seorang dokter perlu memerika apakah pasiennya pernah menerima vaksin influenza, sistem EMR dapat mencari file bersangkutan untuk mengidentifikasi tanggal pemberian, pemasok, nomor lot, dan tanggal kedaluwarsanya. Dengan fitur ini, dokter bisa mempersilahkan sistem EMR dalam mengerjakan sebagian besar pekerjaan administrasinya, sehingga bisa sepenuhnya memberi perhatian kepada pasien.


EMR akan Merealisasikan Value Care Business Model

EMR memang sudah berjalan dan berkembang cukup jauh, maka sistem ini akan segera beralih haluan menjadi model perawatan berbasis nilai (value care business model) dari yang sebelumnya merupakan model berbasis volume.


Dengan model ini, dokter diharapkan dapat bisa lebih fokus pada perawatan terbaik bagi pasien, bukan lagi pada pelayanan pasien sebanyak mungkin. Sehingga, dokter mampu memberikan perhatian dan perawatan yang dibutuhkan untuk melayani kondisi pasien dengan lebih baik. Selain itu, model ini juga memberikan pengalaman kesehatan yang baik bagi pasien dan mendukung proses kesembuhan kembali.


Model ini tidak hanya menguntungkan dokter, tetapi juga pasien. Pasien akan masuk ke era dimana menentukan diagnosa kesehatannya masing masing akan dilakukan secara mandiri. Dengan sistem EMR yang unggul, maka catatan medis seorang pasien menjadi informasi yang bebas diakses oleh pasien tersebut, sehingga mempersilahkan teknologi untuk menentukan rekomendasi kesehatan yang perlu diambil pasien. Apalagi dengan kehadiran virtual assistant seperti Alexa dan Siri, rekam medis pasien sudah bisa diolah dan diprediksi menuju keputusan medis yang harusnya tidak berbeda dengan keputusan dari dokter langsung.


Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, EMR merupakan sebuah konsep yang tidak lagi muda. Meski demikian berbagai trend yang terus membawa gebrakan bagi implementasi EMR seperti Cloud Computing, Natural Language Processing, dan Value Care Business Model terus bermunculan. Gebrakan ini semuanya menuju ke satu tujuan yaitu untuk membantu para pelaku kesehatan menjadi lebih peduli kepada kondisi pasiennya, daripada dipusingkan dengan sekian banyak kegiatan klerikal.



77 tampilan0 komentar