EWS dan SBAR di SIMRS: Dua Fitur yang Bantu Jaga Keselamatan Pasien
- Veren Nathania Cindy
- 4 Jun
- 5 menit membaca
Diperbarui: 5 Jun

Dalam pelayanan kesehatan, setiap menit dapat menjadi sangat berharga. Tidak semua kondisi pasien memburuk secara tiba-tiba. Pada banyak kasus, terdapat perubahan kecil pada tanda-tanda vital yang sebenarnya sudah muncul beberapa jam sebelumnya. Perubahan tersebut bisa berupa peningkatan frekuensi napas, perubahan tekanan darah, penurunan saturasi oksigen, atau perubahan tingkat kesadaran pasien.
Tantangannya bukan hanya pada proses pengukuran tanda vital, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dapat dikenali, dipahami, dan dikomunikasikan dengan cepat kepada tenaga kesehatan yang tepat. Ketika informasi penting terlambat diketahui atau tidak tersampaikan secara lengkap, proses pengambilan keputusan klinis juga dapat terhambat.
Karena itu, banyak rumah sakit mulai mengadopsi pendekatan yang lebih terstruktur untuk mendukung patient safety. Dua di antaranya adalah Early Warning Score (EWS) dan SBAR. Ketika keduanya terintegrasi dalam sistem digital seperti SIMRS, proses pemantauan kondisi pasien dan komunikasi antar tenaga kesehatan dapat berjalan lebih efektif.
Mengapa Deteksi Dini Perburukan Kondisi Pasien Sangat Penting?
Pasien yang dirawat di rumah sakit dapat mengalami perubahan kondisi sewaktu-waktu. Pada beberapa kasus, kondisi yang awalnya stabil dapat berkembang menjadi lebih serius apabila tanda-tanda awal tidak segera dikenali. Di sinilah pentingnya pemantauan tanda-tanda vital secara berkala. Data seperti tekanan darah, denyut nadi, frekuensi pernapasan, suhu tubuh, hingga saturasi oksigen dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasien saat itu.
Namun dalam praktik sehari-hari, tenaga kesehatan menangani banyak pasien dengan kebutuhan yang beragam. Ketika pencatatan masih dilakukan secara manual atau data tersebar di berbagai dokumen, peluang terlewatnya tanda-tanda perburukan kondisi bisa menjadi lebih besar.
Oleh karena itu, rumah sakit membutuhkan sistem yang mampu membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko lebih cepat dan memberikan informasi yang lebih mudah dipahami.
Apa Itu Early Warning Score (EWS)?

Early Warning Score atau EWS merupakan metode penilaian klinis yang digunakan untuk membantu mendeteksi dini kemungkinan perburukan kondisi pasien berdasarkan parameter fisiologis tertentu.
Konsep ini dikembangkan agar tenaga kesehatan dapat mengenali perubahan kondisi pasien secara lebih objektif melalui sistem skor yang terstandarisasi.
Parameter yang Digunakan dalam Early Warning Score RS
Secara umum, early warning score RS menggunakan beberapa parameter utama seperti:
Frekuensi pernapasan
Saturasi oksigen
Tekanan darah
Denyut nadi
Suhu tubuh
Tingkat kesadaran pasien
Penggunaan terapi oksigen tertentu
Setiap parameter memiliki nilai skor berdasarkan hasil pengukuran yang diperoleh. Semakin tinggi total skor yang dihasilkan, semakin besar perhatian yang perlu diberikan terhadap kondisi pasien. Dengan pendekatan ini, tenaga kesehatan tidak hanya mengandalkan observasi subjektif, tetapi juga mendapatkan dukungan berupa indikator yang lebih terukur.
Manfaat Early Warning Score RS dalam Pelayanan Kesehatan
Penerapan early warning score RS memberikan beberapa manfaat penting bagi rumah sakit.
Pertama, membantu mengenali perubahan kondisi pasien lebih awal sehingga tim medis dapat melakukan evaluasi lebih cepat.
Kedua, mendukung proses prioritisasi pasien berdasarkan tingkat risiko yang teridentifikasi.
Ketiga, membantu menciptakan standar pemantauan yang lebih konsisten antar unit maupun antar petugas yang bertugas.
Ketika digunakan secara optimal, EWS dapat menjadi salah satu alat bantu yang mendukung upaya peningkatan keselamatan pasien di rumah sakit.
Peran EWS SIMRS dalam Pemantauan Kondisi Pasien
Meskipun konsep EWS sudah dikenal luas, penerapannya secara manual sering kali memerlukan waktu tambahan untuk menghitung skor, mendokumentasikan hasil, dan melakukan tindak lanjut yang sesuai.
Karena itu, banyak rumah sakit mulai mengintegrasikan EWS ke dalam sistem digital.
Perhitungan Skor Lebih Cepat dan Konsisten
Melalui EWS SIMRS, data tanda vital yang diinput oleh tenaga kesehatan dapat langsung diproses oleh sistem untuk menghasilkan skor secara otomatis. Pendekatan ini membantu mengurangi risiko kesalahan perhitungan sekaligus mempercepat proses identifikasi pasien yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Selain itu, hasil penilaian dapat ditampilkan secara lebih jelas sehingga memudahkan tenaga kesehatan dalam melakukan pemantauan.
Mendukung Respons yang Lebih Cepat
Ketika skor mencapai batas tertentu, EWS SIMRS dapat membantu menampilkan indikator atau notifikasi yang mendukung proses eskalasi sesuai prosedur rumah sakit.
Dengan demikian, tenaga kesehatan dapat lebih mudah mengetahui pasien mana yang membutuhkan evaluasi lanjutan atau pemantauan lebih intensif.
Dokumentasi yang Lebih Terpusat
Keunggulan lain dari EWS SIMRS adalah kemampuannya menyimpan riwayat penilaian dalam satu sistem yang terintegrasi.
Data historis tersebut dapat membantu tenaga kesehatan melihat tren perubahan kondisi pasien dari waktu ke waktu sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih informatif.
Apa Itu SBAR dan Mengapa Penting dalam Komunikasi Klinis?
Selain deteksi dini, keselamatan pasien juga sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi antar tenaga kesehatan.
Banyak informasi penting perlu disampaikan saat pergantian shift, konsultasi dokter, rujukan internal, maupun eskalasi kondisi pasien. Jika informasi yang disampaikan tidak lengkap atau tidak terstruktur, risiko miskomunikasi dapat meningkat.
Untuk membantu mengatasi tantangan tersebut, banyak rumah sakit menggunakan metode SBAR.
SBAR merupakan singkatan dari:
Situation
Background
Assessment
Recommendation
Metode ini memberikan kerangka komunikasi yang sistematis sehingga informasi penting dapat disampaikan secara lebih jelas dan ringkas.
Putus Rantai Miskomunikasi Medis Lewat Duet EWS & SBAR
Deteksi dini perburukan kondisi pasien secara otomatis untuk respons klinis yang lebih cepat.

Situation
Bagian ini menjelaskan kondisi atau situasi yang sedang terjadi.
Contohnya, perawat menyampaikan bahwa pasien mengalami peningkatan frekuensi napas dan penurunan saturasi oksigen dalam beberapa jam terakhir.
Background
Bagian ini berisi informasi pendukung yang relevan, seperti diagnosis pasien, riwayat penyakit, atau hasil observasi sebelumnya.
Assessment
Pada tahap ini, tenaga kesehatan menyampaikan hasil penilaian terhadap kondisi pasien berdasarkan data yang tersedia.
Recommendation
Bagian terakhir berisi rekomendasi atau tindakan yang diharapkan, misalnya kebutuhan evaluasi dokter, pemeriksaan tambahan, atau perubahan rencana perawatan.
SBAR Rumah Sakit Digital Membantu Komunikasi Lebih Terstruktur

Dalam lingkungan pelayanan kesehatan yang dinamis, komunikasi sering kali berlangsung di tengah berbagai aktivitas klinis yang berjalan bersamaan.
Karena itu, penggunaan SBAR rumah sakit digital dapat membantu memastikan informasi penting terdokumentasi dengan lebih baik dan mudah diakses oleh pihak yang membutuhkan.
Ketika format SBAR tersedia secara digital, tenaga kesehatan dapat menyusun komunikasi berdasarkan struktur yang sama sehingga mengurangi kemungkinan informasi penting terlewat.
Selain itu, dokumentasi komunikasi juga menjadi lebih mudah ditelusuri apabila diperlukan untuk evaluasi atau tindak lanjut.
Kombinasi EWS dan SBAR untuk Mendukung Keselamatan Pasien
EWS dan SBAR sebenarnya memiliki peran yang saling melengkapi.
EWS membantu tenaga kesehatan mengenali adanya potensi perburukan kondisi pasien melalui pendekatan berbasis data. Setelah kondisi tersebut teridentifikasi, SBAR membantu memastikan informasi dapat dikomunikasikan secara sistematis kepada pihak yang tepat.
Alurnya dapat digambarkan sebagai berikut:
Tanda vital pasien dicatat.
Sistem menghitung skor EWS.
Risiko perburukan kondisi teridentifikasi.
Tenaga kesehatan melakukan eskalasi.
Komunikasi dilakukan menggunakan format SBAR.
Tim klinis melakukan evaluasi dan tindak lanjut yang diperlukan.
Pendekatan ini membantu menciptakan proses yang lebih terstruktur dari tahap deteksi hingga komunikasi klinis.
DHealth Hadir dengan Fitur EWS, SBAR, dan Monitoring TTV Terintegrasi
Dalam implementasinya, efektivitas EWS dan SBAR akan semakin optimal ketika seluruh proses berada dalam satu sistem yang saling terhubung.
Melalui SIMRS DHealth, rumah sakit dapat memanfaatkan fitur EWS SIMRS yang terintegrasi dengan monitoring tanda-tanda vital pasien serta dokumentasi komunikasi klinis.
Data TTV yang dicatat oleh tenaga kesehatan dapat digunakan untuk mendukung perhitungan EWS secara lebih praktis. Informasi tersebut kemudian dapat menjadi dasar dalam proses eskalasi dan komunikasi menggunakan format SBAR yang terdokumentasi dalam sistem.
Pendekatan terintegrasi ini membantu rumah sakit memperoleh alur kerja yang lebih efisien sekaligus mendukung konsistensi dokumentasi klinis.
Selain itu, data yang tersimpan secara digital juga memudahkan proses monitoring, pelacakan histori pasien, hingga kebutuhan audit dan evaluasi layanan.
Transformasi Digital untuk Mendukung Patient Safety

Keselamatan pasien merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan banyak aspek, mulai dari pemantauan kondisi klinis hingga komunikasi antar tenaga kesehatan.
Karena itu, rumah sakit membutuhkan sistem yang mampu mendukung kedua proses tersebut secara berkelanjutan.
Penerapan EWS SIMRS membantu tenaga kesehatan mengenali potensi perburukan kondisi pasien lebih dini melalui pemantauan yang lebih terstruktur. Di sisi lain, SBAR rumah sakit digital membantu memastikan informasi penting dapat dikomunikasikan dengan lebih jelas dan konsisten.
Ketika keduanya terintegrasi dalam satu platform, rumah sakit memiliki dukungan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat upaya patient safety.
Ingin tahu lebih lanjut? Jadwalkan demo gratis SIMRS DHealthĀ atau hubungi tim kami via Whatsapp.





