Semua studi kasus Studi Kasus · RSUD Labuang Baji

Implementasi SIMRS DHealth di RSUD Labuang Baji

RSUD Labuang Baji menjalankan implementasi DHealth secara bertahap untuk menghubungkan pelayanan, administrasi, penunjang, farmasi, klaim, dan kebutuhan manajemen dalam satu alur kerja.

Ringkasan Implementasi

Sekilas Implementasi DHealth di RSUD Labuang Baji

Rumah sakitRSUD Labuang Baji
LokasiMakassar, Sulawesi Selatan
Jenis fasilitasRumah sakit rujukan regional
Mulai go-live24 Juni 2023
FokusPelayanan & operasional rumah sakit
Unit terhubung12+ unit
Pengguna aktif300+ pengguna
PendekatanBertahap & didampingi
Sebelum Implementasi

Data dan Proses Antarunit Masih Berjalan Terpisah

RSUD Labuang Baji memiliki banyak unit yang terlibat dalam perjalanan pasien, mulai dari pendaftaran, pelayanan medis, penunjang, farmasi, kasir, casemix, hingga manajemen.

Sebelum DHealth digunakan, sebagian pekerjaan sudah dilakukan dengan komputer dan aplikasi. Namun, informasi yang dicatat di satu bagian belum selalu dapat langsung digunakan oleh bagian berikutnya.

Akibatnya, petugas masih perlu memasukkan kembali data yang sama, mencari riwayat pelayanan dari beberapa sumber, mencocokkan transaksi, serta mengumpulkan dokumen untuk kebutuhan klaim dan laporan.

Aktivitas unit pelayanan RSUD Labuang Baji
  • 1

    Data pasien perlu dicatat kembali pada proses yang berbeda.

  • 2

    Riwayat pelayanan perlu dicari dari beberapa sumber.

  • 3

    Permintaan dan hasil pemeriksaan penunjang berjalan melalui proses terpisah.

  • 4

    Resep, pelayanan farmasi, dan stok belum berada dalam satu alur.

  • 5

    Dokumen untuk kebutuhan klaim perlu dikumpulkan dari beberapa proses.

  • 6

    Manajemen perlu menunggu rekap dari beberapa unit.

Pendekatan Implementasi

Dimulai dengan Memahami Alur Kerja Rumah Sakit

Sebelum sistem dikonfigurasi, tim RSUD Labuang Baji dan DHealth memetakan bagaimana pelayanan berjalan dari pasien mendaftar hingga data digunakan untuk transaksi, klaim, dan laporan.

Setiap unit dilihat berdasarkan informasi yang mereka butuhkan dan informasi yang diteruskan ke unit berikutnya. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar konfigurasi sistem dan alur antarunit.

Pemetaan proses bersama tim RSUD Labuang Baji dan DHealth
  1. 01 Data Pasien Dicatat Sejak Awal

    Identitas pasien dan informasi penjamin dicatat pada tahap pendaftaran, lalu dapat digunakan pada proses pelayanan berikutnya.

  2. 02 Riwayat dan Catatan Medis Tersedia dalam Satu Rekam Pasien

    Dokter dan perawat dapat melihat riwayat pasien serta mencatat pelayanan melalui Rekam Medis Elektronik.

  3. 03 Permintaan dan Hasil Pemeriksaan Terhubung ke Rekam Pasien

    Order laboratorium dan radiologi dibuat dari pelayanan. Setelah pemeriksaan selesai, hasil dapat dilihat kembali melalui riwayat pasien.

  4. 04 Resep Diteruskan Langsung ke Farmasi

    Farmasi menerima resep dari pelayanan dan melanjutkan proses penyiapan obat serta pencatatan stok.

  5. 05 Transaksi Menggunakan Data Pelayanan yang Sudah Tercatat

    Tindakan, pemeriksaan, dan penggunaan obat dapat menjadi dasar transaksi tanpa harus direkap kembali dari awal.

  6. 06 Data Pelayanan Digunakan Kembali untuk Klaim dan Laporan

    Informasi yang sudah tercatat selama pelayanan dapat digunakan kembali untuk kebutuhan administrasi klaim dan pelaporan rumah sakit.

Cakupan Sistem

Berbagai Unit Menggunakan Informasi dari Alur Pelayanan yang Sama

Pendaftaran & Antrean

Petugas dapat mencari pasien, memeriksa penjamin, menentukan tujuan pelayanan, dan mengatur antrean. Informasi yang dicatat sejak awal dapat digunakan oleh unit berikutnya.

Rawat Jalan, IGD & Rawat Inap

Dokter dan perawat melihat riwayat pasien serta mencatat assessment, diagnosis, tindakan, instruksi, CPPT, dan resume medis melalui Rekam Medis Elektronik.

Laboratorium & Radiologi

Permintaan pemeriksaan dibuat dari pelayanan. Setelah selesai, hasil dapat dilihat kembali dari rekam medis pasien.

Farmasi & Persediaan

Resep diteruskan ke farmasi bersama informasi pelayanan. Penyiapan, penyerahan, retur, dan perubahan stok tercatat dalam alur yang sama.

Kasir & Penata Jasa

Tindakan, pemeriksaan, obat, dan layanan lain yang sudah tercatat menjadi dasar pembentukan transaksi.

BPJS & Klaim

Data pelayanan dapat digunakan kembali untuk membantu proses administrasi peserta JKN dan penyiapan kebutuhan klaim.

Dashboard Manajemen

Data dari kegiatan rumah sakit ditampilkan melalui dashboard sehingga manajemen dapat melihat informasi tanpa harus menunggu seluruh unit menyusun rekap manual.

Menuju Go Live

Implementasi Dilakukan Bertahap agar Pelayanan Tetap Berjalan

  1. 01

    Assessment & Pemetaan

    Tim DHealth bersama manajemen, tim IT, dan perwakilan unit mempelajari proses yang berjalan serta kebutuhan setiap pengguna.

  2. 02

    Persiapan Sistem & Data

    Master data, pengguna, layanan, tarif, penjamin, obat, unit, dokter, perangkat, dan kebutuhan jaringan mulai disiapkan.

  3. 03

    Konfigurasi

    Form, hak akses, alur persetujuan, dan laporan disesuaikan berdasarkan hasil assessment.

  4. 04

    Pelatihan Pengguna

    Pelatihan dilakukan sesuai pekerjaan masing-masing pengguna, mulai dari pendaftaran dan tenaga medis hingga farmasi, casemix, dan manajemen.

  5. 05

    Go Live

    Pada 24 Juni 2023, SIMRS DHealth resmi mulai digunakan di RSUD Labuang Baji.

  6. 06

    Pendampingan

    Setelah Go Live, tim tetap mendampingi penggunaan sistem dan melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

Setelah Go Live

Go Live Bukan Akhir dari Implementasi

Setelah sistem mulai digunakan dalam pelayanan sehari-hari, tim RSUD Labuang Baji dan DHealth melanjutkan evaluasi berdasarkan pengalaman pengguna di setiap unit.

Penyesuaian dilakukan pada bagian yang dibutuhkan agar sistem semakin sesuai dengan cara kerja pengguna di lapangan.

  • Pendampingan langsung di unit
  • Grup koordinasi untuk pelaporan kendala
  • Evaluasi penggunaan harian
  • Pelatihan ulang bagi pengguna tertentu
  • Penyesuaian form dan konfigurasi
  • Perbaikan data master
  • Monitoring integrasi dan klaim
Perubahan Alur Kerja

Apa yang Berubah Setelah Antarunit Terhubung?

Sebelum

Informasi pasien perlu dicatat pada beberapa proses.

Setelah

Data yang sudah dicatat dapat digunakan kembali oleh unit berikutnya.

Sebelum

Riwayat pelayanan perlu dicari dari beberapa sumber.

Setelah

Catatan pelayanan dapat dilihat dalam satu riwayat pasien.

Sebelum

Permintaan pemeriksaan berjalan melalui proses terpisah.

Setelah

Order dapat dibuat langsung dari pelayanan.

Sebelum

Hasil pemeriksaan perlu dicari atau dipindahkan secara terpisah.

Setelah

Hasil kembali ke rekam medis dan dapat dilihat oleh tenaga medis.

Sebelum

Resep, pelayanan farmasi, dan stok dicatat melalui proses yang berbeda.

Setelah

Resep, penyiapan, penyerahan, dan stok berada dalam satu alur.

Sebelum

Tagihan perlu direkap dari catatan masing-masing unit.

Setelah

Transaksi menggunakan pelayanan yang sudah tercatat di sistem.

Sebelum

Data untuk kebutuhan klaim perlu dikumpulkan dari beberapa proses.

Setelah

Informasi pelayanan dapat digunakan kembali dalam penyiapan kebutuhan klaim.

Sebelum

Manajemen perlu menunggu rekap dari berbagai unit.

Setelah

Informasi dapat dilihat dari data kegiatan rumah sakit yang sudah tercatat.

Dampak yang mulai terlihat

Proses Kerja Antarunit Menjadi Lebih Terhubung

Dengan data yang tersedia dalam sistem yang sama, informasi dari satu proses pelayanan dapat digunakan oleh unit berikutnya tanpa harus selalu dicatat kembali.

48%

Waktu tunggu pasien lebih singkat

Pendaftaran, pemeriksaan penjamin, dan antrean yang lebih terhubung membantu mempercepat pasien menuju pelayanan.

50%

Lebih sedikit input data berulang

Informasi yang sudah dicatat dapat digunakan kembali pada proses berikutnya.

97%

Klaim BPJS disetujui lebih cepat

Kelengkapan data pelayanan dan dokumen klaim dapat diperiksa sebelum pengajuan.

32%

Peningkatan efisiensi biaya operasional

Pengurangan pencatatan manual, duplikasi pekerjaan, dan waktu penyusunan laporan membantu rumah sakit menggunakan sumber daya dengan lebih baik.

Dulu beberapa informasi perlu dikumpulkan kembali dari unit yang berbeda. Setelah menggunakan DHealth, data pelayanan mulai tersambung dari pendaftaran hingga kebutuhan manajemen. Tim kami juga didampingi selama proses perubahan, sehingga kendala yang ditemukan dapat langsung dibahas bersama.
Wakil Direktur Umum, SDM dan KeuanganRSUD Labuang Baji
Perjalanan Berikutnya

Perbaikan Berlanjut Setelah Go Live

Penggunaan SIMRS terus dievaluasi bersama berdasarkan kebutuhan pengguna dan bagian yang masih dapat ditingkatkan.

Penyesuaian dilakukan secara bertahap agar sistem tetap mengikuti kebutuhan pelayanan dan cara kerja RSUD Labuang Baji.

  • Peningkatan kualitas dan kelengkapan RME
  • Optimalisasi proses klaim
  • Penyempurnaan integrasi SATUSEHAT
  • Pengembangan dashboard manajemen
  • Peningkatan kualitas data master
  • Pelatihan pengguna baru
  • Monitoring penggunaan sistem
Kolaborasi

Implementasi Berjalan Bersama Rumah Sakit dan Pengguna

Implementasi SIMRS bukan hanya pekerjaan teknis. Sistem perlu dipahami dan digunakan oleh orang-orang yang menjalankan pelayanan setiap hari.

Karena itu, proses implementasi di RSUD Labuang Baji dilakukan melalui koordinasi antara manajemen, tim IT, pengguna di setiap unit, dan tim DHealth.

Dokumentasi

Momen dari Proses Implementasi

Diskusikan Implementasi

Rumah Sakit Anda Menghadapi Tantangan yang Serupa?

Ceritakan alur kerja dan sistem yang digunakan rumah sakit Anda saat ini. Tim DHealth akan membantu melihat kebutuhan modul, integrasi, serta tahapan implementasi yang sesuai.