Bagaimana RS Prima Pekanbaru Menyatukan Pelayanan dalam Satu SIMRS
Dengan lebih dari 700 pasien setiap hari, RS Prima Pekanbaru membutuhkan sistem yang dapat menghubungkan pelayanan, administrasi, pelaporan, dan berbagai layanan eksternal dalam satu alur kerja.
Bersama DHealth, rumah sakit melakukan implementasi secara bertahap tanpa menghentikan pelayanan kepada pasien.
RS Prima Pekanbaru dalam Angka
Rumah Sakit dengan Volume Pelayanan yang Tinggi
RS Prima Pekanbaru merupakan rumah sakit tipe C dengan kapasitas 179 tempat tidur dan melayani lebih dari 700 pasien setiap hari.
Dengan volume pelayanan tersebut, petugas membutuhkan akses informasi yang cepat, data yang konsisten, serta sistem yang tetap stabil ketika digunakan oleh banyak unit dalam waktu bersamaan.

Empat Hal yang Dibutuhkan dari SIMRS Baru
Saat memutuskan beralih ke SIMRS baru pada awal 2023, RS Prima Pekanbaru membutuhkan sistem yang tidak hanya menggantikan aplikasi sebelumnya, tetapi juga dapat digunakan oleh berbagai unit dan terhubung dengan layanan yang sudah berjalan.
SIMRS perlu dapat terhubung dengan LIS, PACS, accounting, BPJS Kesehatan, SATUSEHAT, dan sistem pendukung rumah sakit lainnya.
Sistem harus dapat digunakan oleh petugas dari berbagai unit dan kelompok usia tanpa membuat pekerjaan sehari-hari menjadi lebih rumit.
Sistem perlu tetap responsif ketika digunakan untuk menangani jumlah pasien dan data yang terus bertambah.
Pengelolaan sistem perlu mendukung perlindungan informasi pasien dan penggunaan data sesuai hak akses pengguna.
Dipilih karena Sesuai dengan Kebutuhan Rumah Sakit
RS Prima Pekanbaru mempertimbangkan integrasi, akurasi, kecepatan, dan kemudahan penggunaan saat memilih SIMRS.
DHealth dipilih karena dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut sekaligus terhubung dengan berbagai sistem yang digunakan rumah sakit.
Integrasi, akurasi, kecepatan, dan kemudahan menjadi landasan kami dalam memilih DHealth.
Implementasi Dilakukan Tanpa Menghentikan Pelayanan
RS Prima Pekanbaru menargetkan tahap implementasi awal dalam tiga bulan, kemudian dilanjutkan dengan masa stabilisasi selama enam bulan.
Tim DHealth dan tim internal rumah sakit bekerja bersama mulai dari pemetaan kebutuhan, persiapan sistem, konfigurasi, hingga penerapan di unit pelayanan.
Selama proses peralihan, rumah sakit tetap melayani ratusan pasien setiap hari. Implementasi dilakukan secara bertahap agar sistem dapat mulai digunakan tanpa menghentikan pelayanan.

-
01
Persiapan & Pemetaan Kebutuhan
Memahami kebutuhan tiap unit dan menyiapkan dasar konfigurasi sistem.
-
02
Implementasi Selama 3 Bulan
Sistem dikonfigurasi dan diterapkan mengikuti alur kerja rumah sakit.
-
03
Go Live Tanpa Menghentikan Pelayanan
DHealth mulai digunakan sementara pelayanan pasien tetap berjalan seperti biasa.
-
04
Stabilisasi & Penyempurnaan Selama 6 Bulan
Tim melakukan pendampingan dan penyesuaian hingga penggunaan sistem berjalan stabil.
Lebih Sedikit Berpindah Aplikasi dalam Menjalankan Pelayanan
Sebelum menggunakan DHealth, petugas pendaftaran perlu membuka beberapa aplikasi untuk menjalankan kebutuhan pelayanan yang berbeda.
Setelah implementasi, lebih banyak proses dapat dilakukan melalui DHealth yang sudah terhubung dengan sistem internal rumah sakit dan layanan kesehatan nasional.
Petugas dapat menggunakan informasi yang sama untuk beberapa kebutuhan tanpa harus terus berpindah aplikasi.
Petugas menggunakan beberapa aplikasi terpisah untuk menjalankan proses administrasi dan pelayanan.
Lebih banyak proses dapat dijalankan dari satu SIMRS, dengan informasi yang dapat digunakan kembali oleh unit dan layanan yang membutuhkan.
Perubahan yang Dirasakan Setelah Sistem Digunakan
Petugas dapat mengakses fungsi pelayanan dan integrasi yang dibutuhkan melalui satu sistem sehingga lebih sedikit waktu digunakan untuk berpindah aplikasi.
Berkurangnya penggunaan aplikasi terpisah membantu petugas menjalankan lebih banyak pekerjaan dari alur yang sama.
Manajemen dapat melihat informasi dan laporan dari data yang sudah tercatat untuk memantau kegiatan rumah sakit.
Informasi yang sudah tercatat dapat digunakan oleh proses berikutnya sehingga kebutuhan pencatatan dan pemindahan data berulang dapat dikurangi.
Dengan pekerjaan administratif yang lebih terstruktur, tenaga rumah sakit dapat mengurangi waktu yang digunakan untuk pekerjaan berulang dan lebih fokus pada pelayanan pasien.
Dari Banyak Aplikasi Menjadi Alur Kerja yang Lebih Terhubung
Implementasi DHealth di RS Prima Pekanbaru tidak hanya berfokus pada penggantian aplikasi, tetapi juga pada integrasi proses yang sebelumnya berjalan melalui beberapa sistem.
DHealth digunakan untuk menghubungkan kebutuhan pelayanan, administrasi, serta berbagai integrasi yang dibutuhkan rumah sakit dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi, tenaga medis, petugas administrasi, tim IT, dan manajemen dapat menggunakan informasi yang berasal dari proses pelayanan yang sama.
Dokumentasi RS Prima Pekanbaru
Dapatkan Panduan Digitalisasi RS 2026
Lengkapi data berikut dan kami akan mengirimkan panduannya langsung ke email Anda.
Panduan sedang menuju inbox Anda
Kami telah mengirimkan Panduan Digitalisasi RS 2026 ke alamat email yang Anda daftarkan. Silakan periksa inbox atau folder spam.
Ingin Menyatukan Alur Kerja Rumah Sakit Anda?
Ceritakan sistem dan proses yang digunakan rumah sakit Anda saat ini. Tim DHealth akan membantu melihat kebutuhan modul, integrasi, dan tahapan implementasi yang sesuai.