Search

Perangkat Wearable Sensors: Ketiga Jenisnya dan Kegunaannya bagi Pasien

Wearable sensors sudah sangat banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan di industri kesehatan. Beberapa penggunaan wearable sensors di dunia medis antara lain adalah untuk penyakit fisiologis, jantung, hipertensi, hingga gangguan otot. Bahkan, gangguan neuro-kognitif juga bisa mendapatkan manfaat dari wearable sensors, misalnya pada penyakit Parkinson, Alzheimer dan penyakit fisiologis lainnya.


Kehadiran berbagai jenis perangkat wearable sensors telah digunakan untuk pelayanan kesehatan, yang umumnya diaplikasikan pada kulit pasien atau bahkan dengan mengukur cairan yang muncul dari tubuh pasien. Beberapa waktu terakhir, juga sudah muncul aplikasi wearable sensors untuk meningkatkan sistem penggunaan obat bagi pasien yang akan sangat membantu merealisasikan jasa medis yang unik bagi setiap pasien.


Saat ini, wearable sensors dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, yaitu Skin-based Devices, Biofluidic-based Devices, dan Drug Delivery Systems. Masing-masing perangkat dalam kelompok wearable sensors ini memiliki fungsi, implementasi dan manfaat yang unik.



Wearable Sensors pada Kulit Pasien

Kulit merupakan bagian tubuh yang optimal untuk pemasangan perangkat medis wearable yang tidak invasif. Perangkat yang dipasang pada kulit biasanya digunakan untuk pengawasan fisiologis dan psikologis yang sangat penting untuk berbagai perawatan medis. Perangkat juga bisa digunakan untuk menentukan diagnosa beberapa jenis penyakit menggunakan analisa kualitatif atau kuantitatif pada pori-pori. Ketika dipasang pada kulit, perangkat ini juga menganalisa data dari keringat yang dihasilkan untuk menemukan beberapa kondisi medis tertentu. Berdasarkan jenisnya, wearable sensors yang terpasang pada kulit dibagi menjadi dua jenis, yaitu berbasis tekstil dan berbasis tato.


1. Berbasis Tekstil

Sejak dulu tekstil atau kain sudah digunakan untuk menghangatkan tubuh sekaligus untuk kepentingan estetis. Meski demikian, manfaat kain meningkat seiring dengan kemudahan dalam mendapatkannya serta dalam hal kenyamanannya. Kini, tekstil juga digunakan untuk memeriksa parameter penting seperti suhu badan, detak jantung dan tingkat respirasi. Perangkat yang biasa dikenal dengan electronic textiles atau e-textiles adalah salah satu contoh wearable sensor berbasis tekstil yang dipakai di kulit. Perangkat ini memiliki sensor dan materi konduktif yang berfungsi sebagai alat untuk mengukur kondisi tertentu pada tubuh. Karena sifatnya yang mudah melar dan memiliki kontak kulit yang luas, maka tekstil adalah media perangkat wearable sensors yang sangat baik. Bahan yang ditanamkan pada tekstil yang digunakan pasien bisa berbentuk grafena, karbon nano, dan kawat nano. Bahan tersebut mampu mendeteksi sinyal dari tubuh pasien dan disampaikan ke sistem yang mengawasi menggunakan bluetooth. Perangkat wearable sensors memang lebih nyaman untuk digunakan pasien, tetapi tidak selalu bisa dimanfaatkan ketika tekstil nya dilepaskan untuk dicuci atau keperluan lain. Maka diperlukan alternatif lain untuk dipasang langsung pada kulit pasien.


2. Berbasis Tato

Selanjutnya ada pula perangkat wearable sensorsyang berbasis tato. Saat ini e-skin banyak digunakan untuk mendeteksi parameter kelistrikan dan fisik seperti ECG, EEG, dan EMG. Di antara ketiga parameter ini, ECG adalah yang paling mudah untuk dideteksi karena memiliki amplitudo yang tinggi.Perangkat ini sangat membantu bagi penderita penyakit jantung seperti takikardia dan bradikardia. Pasalnya, pada pasien ini ECG adalah poin referensi paling penting untuk menentukan diagnosa dan perawatan.Banyak penderita penyakit jantung akan sangat terbantu dengan adanya pengawasan ritme jantung secara berkelanjutan. Tapi, mengunjungi rumah sakit setiap hari jelas sangat tidak efektif baik secara waktu maupun finansial. Oleh karena itu, wearable sensor berbasis tato ini bisa menjadi solusi yang sangat bermanfaat bagi penderita penyakit jantung karena lebih cepat mendeteksi gejala.


Wearable Sensors menakar Cairan Tubuh Pasien

Cairan tubuh seperti keringat, air liur, air mata dan urin mengandung penanda biologis penting untuk pemeriksaan dan diagnosis. Perangkat wearable sensors dapat digunakan secara langsung maupun melalui integrasi dengan platform lainnya. Berikut ini beberapa upaya terkini pengembangan perangkat wearable sensors berbasis biofluidic.


1. Berbasis Keringat

Cairan tubuh melalui epidermal seperti keringat adalah indikasi penting ketika terjadi perubahan dalam tubuh manusia. Karena itu, keringat bisa menjadi tolok ukur penting untuk pemeriksaan biologis dan kimia tubuh. Keringat tersusun dari berbagai penanda biologis yang penting seperti metabolit, protein, nukleotida dan elektroda. Semua komponen ini memiliki implikasi diagnosis yang sangat penting.


2. Berbasis Air Mata

Air mata juga merupaka cairan tubuh lain yang bisa bermanfaat untuk penentuan diagnosa dan pemeriksaan berbagai jenis penyakit. Salah satu penyakit yang bisa diperiksa menggunakan cara ini adalah diabetes dan sejumlah perangkat wearable sensors sudah dikembangkan untuk membuat diagnosisnya. Sebuah lensa kontak pintar dikembangkan untuk membantu diagnosa diabetes. Lensa ini dibuat dari phenylboronic acid (PBA) dan hydroxyethyl methacrylate (HEMA). Lensa kontak ini akan menebal ketika merasakan adanya glukosa. Jadi, lensa kontak ini semakin tebal seiring dengan semakin meningkatnya kadar glukosa.


Wearable Sensors untuk Sistem Pengobatan Pasien

Material biodegradable dan biocompatible yang dikembangkan saat ini dapat digunakan sebagai alat untuk penyampaian obat secara terkendali. Salah satu cara pemberian obat, misalnya bimatoprost, dilakukan menggunakan cincin okular yang terbuat dari polypropylene untuk perawatan glaukoma. Ada juga touch actuated transdermal delivery atau TATD yang berfungsi untuk menyampaikan obat secara terkendali sehingga bisa menghindari kesahalan pemberian obat. Pemberian obat dilakukan secara terkontrol jumlahnya sesuai dengan kekuatan yang diberikan pada sentuhan pada alat yang dipakai. Perangkat wearable sensors jenis ini terdiri dari wadah tempat obat yang bisa diisi ulang secara alami, sensor regangan untuk deteksi tekanan, dan jarum mikro untuk melepas obat.


Wearable sensors dan devices memiliki manfaat yang luar biasa dalam dunia kesehatan untuk pengawasan, diagnosa, hingga pemberian obat. Pemakaian perangkat ini memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi pasien yang membutuhkan pengawasan dan penanganan kesehatan yang ketat dan terkendali. Seiring dengan berkembangnya teknologi di dunia kesehatan, maka sudah saatnya bagi rumah sakit untuk turut serta mengikuti perkembangan ini. Dengan demikian kualitas perawatan sekaligus kesehatan pasien juga dapat turut membaik.

29 views0 comments