Search

Manajemen Mobile Device sebagai Kebijakan Bring Your Own Device (BYOD) di Rumah Sakit

Industri kesehatan telah melewati transformasi yang drastis, dari yang masih menyimpan informasi pasien pada dokumen kertas menuju rekam medis yang bersifat digital. Teknologi memegang peran penting dimana sekian banyak tenaga medis sudah menggunakan gadget pribadi dalam menyimpan keterangan pasien, membuat jadwal konsultasi, pengiriman laporan medis, bahkan rekomendasi obat. Ini yang menuntut rumah sakit untuk bisa menjalankan pendekatan BYOD (Bring Your Own Device) dengan sebaik mungkin. Penggunaan gadget pribadi oleh tenaga medis meningkatkan kemungkinan bocornya informasi pasien, sehingga diperlukan kebijakan BYOD yang tepat agar bisa menghindari kejadian pencurian data pasien.


Berikut adalah hasil penelitian dari Verizon yang mengambil sampel sebanyak 600 karyawan dari berbagai industri, termasuk industri kesehatan. Ternyata ditemukan bahwa masih banyak organisasi yang mengorbankan keamanan data demi performansi bisnis nya. Ini membuka mata berbagai pihak di industri kesehatan untuk memastikan data pasien tetap aman walaupun tenaga medis bekerja dengan gadget pribadi.



Untuk menjamin bahwa gadget yang digunakan tenaga medis dalam berkomunikasi dengan layak dan aman, maka rumah sakit perlu menerapkan manajemen peralatan komunikasi atau MDM (Mobile Device Management).


Alasan Mobile Device Management (MDM) Dibutuhkan Rumah Sakit

Bagi manajemen rumah sakit, MDM adalah proses untuk mengamankan dan melindungi data di level rumah sakit. Data ini dilindungi, diawasi, dan diatur untuk mengamankan gadget seperti laptop, tablet, smartphones, dan perangkat yang terhubung internet lainnya. Solusi MDM fokus pada pengendalian dan distribusi kebijakan keamanan rumah sakit untuk melindungi data yang bersifat sensitif. Dengan semakin banyaknya tenaga medis yang menggunakan gadget dan jaringan milik rumah sakit, maka diperlukan pula solusi MDM yang kuat dan terpercaya.


MDM memungkinkan tim IT untuk mengamankan data dan jaringan dari kemungkinan pembobolan atau kebocoran sistem. Tim IT rumah sakit akan mengawasi dan mengatur gadget yang digunakan tenaga medis, yang meliputi penyimpanan data medis, pengendalian penggunaan aplikasi eksternal dalam gadget, menemukan lokasi gadget, pemakaian jaringan, dan banyak lagi.


Penggunaan gadget meningkatkan komunikasi antar penyedia layanan kesehatan dan pasien. Namun, perlindungan data sangat diperlukan untuk mengamankan rekam medis yang bersifat rahasia. Hal ini sudah menjadi kewajiban tim IT rumah sakit untuk mengamankan jaringan dan gadget sesuai dengan prosedur dan peraturan yang dibuat oleh pihak yang berwajib. Banyak rumah sakit kini bergantung pada solusi MDM kesehatan untuk membantu mencapai tujuan ini.


Solusi MDM dalam Mengoptimalisasi BYOD di Rumah Sakit

Ide di balik MDM adalah untuk menawarkan konten yang tepat bagi users. Dalam industri kesehatan, data pasien sangatlah penting. Karena banyak tenaga medis menggunakan gadget untuk berbagai jenis keperluan, maka data harus dipastikan tetap aman dan dapat digunakan untuk mengakses informasi yang tepat.


Ini menjadi beban kerja tambahan bagi tim IT di rumah sakit, yang sudah disibukan dengan berbagai jenis tugas seperti manajemen database, perawatan server, masalah jaringan, reparasi komputer, dan sekian banyak tugas IT lain. Departemen IT di rumah sakit tidak akan mampu sepenuhnya jika harus dibebankan dengan kebutuhan manajemen penggunaan gadget tenaga medis dalam bekerja.


Untuk menghindari kebocoran data yang tak terduga atau penggunaan gadget yang tidak tepat, maka tim IT perlu menegakkan kebijakan kemanan atau memungkinkan penguncian perangkat untuk melindungi gadget tersebut. Untungnya dengan perangkat lunak MDM, industri kesehatan dapat mengamankan perangkat mobile, jaringan milik rumah sakit, sekaligus kepentingan pasien dan karyawan.


Perangkat lunak MDM menjadi solusi terkait situasi kemanan, privasi data, serta penggunaan data yang tidak sah oleh pihak ketiga. Hal ini juga memungkinkan tim IT untuk memberikan akses dan kepemilikan kepada users. Hal ini juga memungkinkan users mendapatkan data yang tepat dan melindungi data dari pemakaian yang tidak sah. Tidak lupa bahwa MDM akan mempersilahkan users untuk menerima data yang tepat dan melindungi data dari pemakaian yang tidak disetujui. Dengan solusi ini, rumah sakit mampu menentukan siapa yang boleh mengakses data, data apa yang diakses, dan keperluan penggunaan data.


Fitur yang Harus Dimiliki Program MDM

Fitur merupakan pondasi penting bagi solusi MDM yang dapat memberikan kekuatan bagi industri kesehatan. Oleh karena itu, rumah sakit harus memahami fitur yang ditawarkan vendor layanan MDM untuk menentukan apakah sudah sesuai dengan kebutuhan rumah sakit. Berikut ini beberapa fitur penting yang dapat membantu penerapan BYOD di rumah sakit.

  1. Mampu mengawasi beberapa gadget dan sistem operasi tanpa menghabiskan sumber daya yang berlebihan.

  2. Mempunyai fitur keamanan yang lengkap dan berkualitas tinggi sesuai standard pemerintah.

  3. Memberi akses yang tepat kepada pihak yang berwenang.

  4. Update dan konfigurasi yang dilakukan dapat dilakukan secara remote melalui distribusi OTA (Over-the-Air), jadi tidak mengharuskan perubahan infrastruktur.

  5. Mampu menemukan lokasi gadget ketika gadget tersebut hilang atau dicuri.

  6. Memiliki kemampuan untuk menghapus data di dalam gadget secara jarak jauh.

  7. Menyediakan bantuan secepatnya untuk mengatasi kendala error pada gadget.


Industri kesehatan membutuhkan solusi MDM yang tepat dan lengkap. Hal ini penting untuk menerapkan BYOD dengan lebih baik dan aman. Dengan penerapan teknologi yang tepat dan disertai dengan kebijakan yang menitikberatkan pada kepentingan pasien dan rumah sakit, maka operasional rumah sakit akan jauh lebih baik lagi. Rumah sakit akan mampu mengambil langkah terbaik untuk kebutuhan bisnis dan pastinya akan meningkatkan kualitas pelayanan pasien.

13 views0 comments