Akreditasi KARS 2026: Peran SIMRS dalam Memenuhi Standar Baru
- Veren Nathania Cindy
- 4 Apr
- 7 menit membaca

Setiap tiga tahun, siklus akreditasi kembali menghantui manajemen rumah sakit. Tumpukan dokumen, persiapan survei berbulan-bulan, dan sesi briefing intensif dengan seluruh staf merupakan gambaran yang sudah sangat familiar bagi siapapun yang pernah menjalani proses akreditasi KARS. Namun ada satu pertanyaan yang semakin sering muncul di ruang rapat direksi rumah sakit: "Apakah SIMRS kita sudah siap untuk standar KARS yang baru?"
Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Standar akreditasi RS 2026 membawa perubahan yang cukup signifikan dibandingkan edisi sebelumnya, dengan penekanan yang jauh lebih kuat pada digitalisasi, kelengkapan rekam medis elektronik, dan kemampuan menghasilkan data yang dapat diverifikasi. Bagi rumah sakit yang masih mengandalkan sistem informasi parsial atau bahkan pencatatan manual di beberapa titik, ini adalah sinyal peringatan yang perlu ditanggapi serius.
Artikel ini akan mengupas tuntas hubungan antara akreditasi KARS SIMRS—bagaimana standar akreditasi terbaru membutuhkan dukungan sistem informasi yang andal, dan apa yang perlu disiapkan rumah sakit Anda sekarang.
Memahami Evolusi Standar KARS: Dari Dokumen ke Data
Pergeseran Paradigma dalam Penilaian Akreditasi
Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) telah menempuh perjalanan panjang dalam mengembangkan standarnya. Dari edisi pertama yang berfokus pada kelengkapan prosedur dan fasilitas fisik, standar KARS terus berevolusi mengikuti perkembangan ilmu manajemen kesehatan dan tuntutan keselamatan pasien global.
KARS rumah sakit kini menggunakan pendekatan yang jauh lebih berbasis bukti (evidence-based). Survei KARS tidak lagi puas dengan melihat SOP yang tersusun rapi di lemari—survei ingin melihat apakah SOP itu benar-benar dijalankan, dan buktinya harus tertuang dalam data yang bisa ditelusuri.
Di sinilah SIMRS mengambil peran yang tidak bisa digantikan.
Dalam konteks ini, pemilihan SIMRS yang tepat menjadi semakin penting. Sistem yang tidak hanya berfungsi sebagai alat pencatatan, tetapi juga mampu mendukung pemenuhan standar akreditasi secara menyeluruh.
SIMRS DHealth dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan tersebut, mulai dari pengelolaan rekam medis elektronik yang terstruktur, integrasi data antar unit, hingga kemampuan menyajikan laporan berbasis data secara real-time. Dengan pendekatan ini, rumah sakit tidak perlu lagi menyiapkan data secara terpisah saat survei berlangsung, karena seluruh informasi yang dibutuhkan telah terdokumentasi dengan rapi dalam satu sistem yang saling terhubung. Hal ini membantu rumah sakit dalam memenuhi standar Komisi Akreditasi Rumah Sakit secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Apa yang Berubah di Standar Akreditasi RS 2026?
Beberapa perubahan mendasar dalam standar akreditasi RS 2026 yang langsung bersinggungan dengan kapabilitas SIMRS meliputi:
Penguatan standar MIRM (Manajemen Informasi dan Rekam Medis): Kelengkapan, ketepatan waktu, dan aksesibilitas rekam medis kini dinilai lebih ketat
Integrasi data klinis dan manajerial: Survei KARS kini menelusuri konsistensi data dari unit klinis hingga laporan manajemen
Indikator mutu berbasis data real: Rumah sakit harus mampu menampilkan tren indikator mutu secara historis, bukan hanya data snapshot saat survei
Keselamatan pasien yang terverifikasi digital: Pelaporan insiden, near miss, dan sentinel event harus terdokumentasi dalam sistem yang terstruktur
Manajemen obat yang terintegrasi: Dari peresepan, dispensing, hingga monitoring efek samping—semua harus terlacak dalam satu ekosistem data

Enam Area Kritis Akreditasi KARS yang Bergantung pada SIMRS
Untuk memahami sepenuhnya hubungan akreditasi KARS SIMRS, kita perlu menelusuri area-area standar KARS yang secara langsung membutuhkan dukungan sistem informasi yang baik.
1. MIRM: Manajemen Informasi dan Rekam Medis
Ini adalah area paling eksplisit yang menghubungkan akreditasi KARS SIMRS dengan kapabilitas teknologi. Standar MIRM mengevaluasi:
Kelengkapan Rekam Medis KARS menetapkan elemen-elemen wajib dalam rekam medis: identitas pasien, anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis, rencana terapi, catatan perkembangan, hingga resume pulang. Survei akan menelusuri sampel rekam medis dan menghitung persentase kelengkapannya.
SIMRS yang baik mampu mengotomasi pengecekan kelengkapan ini—memberikan peringatan kepada dokter atau perawat ketika ada elemen yang belum terisi sebelum pasien dipulangkan. Tanpa sistem ini, kelengkapan rekam medis bergantung sepenuhnya pada kedisiplinan manual yang sangat rentan terhadap human error.
Ketepatan Waktu Pengisian KARS menetapkan standar waktu pengisian rekam medis—misalnya, resume medis harus diselesaikan dalam 24 jam setelah pasien pulang. SIMRS yang terintegrasi dapat mencatat timestamp setiap entri, sehingga kepatuhan terhadap standar waktu ini dapat dimonitor dan dibuktikan secara otomatis.
Keamanan dan Kerahasiaan Data Standar KARS juga mengevaluasi siapa saja yang memiliki akses ke rekam medis pasien. SIMRS dengan manajemen hak akses berbasis peran (role-based access control) menjawab standar ini secara langsung, sambil menghasilkan audit trail yang bisa diperiksa saat survei.
2. PKPO: Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat
Standar PKPO adalah salah satu yang paling kompleks dan memiliki implikasi keselamatan pasien tertinggi. Survei KARS rumah sakit di area ini akan mengevaluasi seluruh siklus penggunaan obat:
Peresepan dan Verifikasi SIMRS dengan modul e-prescribing yang terintegrasi memungkinkan verifikasi otomatis terhadap dosis, interaksi obat, dan alergi pasien. Ini bukan hanya tentang efisiensi—ini tentang keselamatan pasien yang dapat dibuktikan kepada surveyor KARS.
Dispensing dan Administrasi Rekonsiliasi obat—memastikan obat yang diresepkan, disiapkan, dan diberikan adalah sama—adalah area yang sering menjadi temuan di survei KARS. SIMRS yang mengintegrasikan modul farmasi dengan rekam medis klinis dapat meminimalkan kesenjangan ini secara signifikan.
Monitoring Efek Samping dan Pelaporan KARS mengharuskan adanya sistem pelaporan efek samping obat yang terstruktur. SIMRS dengan modul ini memungkinkan perawat dan dokter melaporkan efek samping langsung dari antarmuka klinis, yang kemudian teragregasi untuk analisis pola dan peningkatan kebijakan farmasi.
3. PMKP: Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
Standar akreditasi RS 2026 menempatkan PMKP sebagai jantung dari seluruh sistem akreditasi. Survei akan melihat bukan hanya apakah rumah sakit memiliki program mutu, tetapi apakah program tersebut menghasilkan perbaikan nyata yang terukur.
Indikator Mutu Nasional dan Lokal KARS mengharuskan rumah sakit mengumpulkan dan menganalisis puluhan indikator mutu—mulai dari angka infeksi nosokomial, angka kejadian jatuh pasien, waktu tunggu di IGD, hingga kepatuhan hand hygiene. Data ini harus tersedia dalam bentuk tren historis, bukan hanya data bulan terakhir.
SIMRS dengan dashboard indikator mutu yang terintegrasi memungkinkan pengumpulan data ini secara otomatis dari berbagai unit. Tanpa integrasi ini, pengumpulan data indikator mutu menjadi proses manual yang memakan waktu luar biasa dan rentan terhadap inkonsistensi.
Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Survei KARS akan menelusuri apakah rumah sakit memiliki budaya pelaporan insiden yang baik, bagaimana proses investigasinya, dan apa tindak lanjutnya. SIMRS dengan modul pelaporan insiden yang mudah diakses dari semua unit—termasuk dari perangkat mobile—mendorong budaya pelaporan yang lebih aktif.
4. APK: Akses dan Pelayanan Pasien serta Kesinambungan Pelayanan
Standar APK mengevaluasi bagaimana rumah sakit mengelola alur pasien dari masuk hingga pulang, termasuk proses rujukan. Kesinambungan pelayanan—terutama saat pasien dipindah antar unit atau dirujuk ke fasilitas lain—menjadi fokus utama.
SIMRS yang mengintegrasikan modul pendaftaran, rawat jalan, rawat inap, dan IGD dalam satu platform memungkinkan transfer informasi pasien yang mulus tanpa potensi kehilangan data saat transisi.
5. KPS: Kualifikasi dan Pendidikan Staf
Meskipun tidak secara langsung berkaitan dengan rekam medis, standar KPS memerlukan dokumentasi kredensial, sertifikasi, dan riwayat pelatihan seluruh tenaga kesehatan. SIMRS dengan modul manajemen SDM yang terintegrasi dapat menyimpan dan mengelola data ini, memudahkan saat surveyor meminta verifikasi kredensial tenaga medis tertentu.
6. MFK: Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Pemeliharaan peralatan medis, pengelolaan bahan berbahaya, dan kesiapsiagaan darurat—semuanya membutuhkan dokumentasi yang terstruktur. SIMRS dengan modul manajemen aset dan fasilitas menyediakan jejak dokumentasi yang dibutuhkan untuk membuktikan kepatuhan terhadap standar MFK.
Mengapa Sistem yang Terfragmentasi Menjadi Bumerang Saat Survei
Banyak rumah sakit beroperasi dengan multiple sistem yang tidak terintegrasi: satu sistem untuk billing, sistem terpisah untuk laboratorium, aplikasi berbeda untuk farmasi, dan rekam medis yang masih sebagian manual. Pendekatan ini menciptakan masalah serius saat akreditasi KARS SIMRS dievaluasi.
Inkonsistensi Data Ketika survei KARS menelusuri satu kasus pasien, mereka mungkin menemukan data diagnosis yang berbeda antara rekam medis klinis, data billing, dan laporan laboratorium. Inkonsistensi ini—sekalipun tidak disengaja—menciptakan keraguan tentang integritas data rumah sakit secara keseluruhan.
Ketidakmampuan Menghasilkan Laporan Tepat Waktu Surveyor KARS mungkin meminta laporan indikator mutu tertentu dalam hitungan jam. Rumah sakit dengan sistem terfragmentasi seringkali tidak mampu menghasilkan laporan ini dengan cepat, karena data harus dikumpulkan secara manual dari berbagai sumber.
Audit Trail yang Tidak Lengkap KARS mengharuskan adanya bukti bahwa proses-proses tertentu benar-benar dijalankan. Tanpa sistem yang mencatat setiap aktivitas dengan timestamp yang akurat, pembuktian ini menjadi sangat sulit.
SIMRS DHealth: Dirancang untuk Kepatuhan Akreditasi KARS
Di sinilah nilai dari SIMRS yang dirancang dengan mempertimbangkan standar KARS rumah sakit menjadi sangat terasa. SIMRS DHealth, yang telah digunakan oleh lebih dari 10 rumah sakit termasuk Mayapada Group (4 rumah sakit), RS Adhyaksa, RS Prima Pekanbaru, hingga RSUD Sinjai dan RSUD Labuang Baji, dibangun dengan pendekatan KARS-compliant by design.
Artinya, fitur-fitur dalam SIMRS DHealth tidak dikembangkan secara acak mengikuti kebutuhan teknis semata, tetapi dirancang secara sistematis untuk mendukung pemenuhan standar akreditasi KARS—mulai dari standar MIRM, PMKP, PKPO, hingga MFK.
Beberapa kapabilitas kunci yang relevan langsung dengan akreditasi KARS SIMRS antara lain:
Rekam Medis Elektronik terintegrasi dengan validasi kelengkapan otomatis dan pencatatan timestamp setiap entri klinis
Dashboard indikator mutu yang mengagregasi data dari seluruh unit secara real-time, siap disajikan kapan pun survei membutuhkan
Modul pelaporan insiden keselamatan pasien yang dapat diakses dari semua titik layanan, mendorong budaya pelaporan yang aktif
Manajemen farmasi end-to-end dari e-prescribing hingga monitoring efek samping, dengan alert otomatis untuk interaksi obat berbahaya
Audit trail komprehensif yang mencatat setiap perubahan data beserta identitas pengguna dan waktu akses
Integrasi dengan SatuSehat yang memastikan kepatuhan terhadap regulasi Kemenkes sekaligus memperkuat posisi saat survei KARS
Rumah sakit-rumah sakit yang menggunakan SIMRS DHealth melaporkan bahwa persiapan dokumen dan data untuk survei KARS menjadi jauh lebih terstruktur—karena data yang dibutuhkan sudah tersimpan secara sistematis dalam satu platform, bukan tersebar di berbagai sumber yang harus dikumpulkan secara manual.

Mempersiapkan Rumah Sakit Anda: Dari Mana Harus Mulai?
Memahami keterkaitan akreditasi KARS SIMRS adalah awal yang baik. Namun tindakan nyata tetap diperlukan. Berikut adalah kerangka persiapan yang dapat segera dijalankan:
Evaluasi Kesenjangan Sistem Saat Ini
Lakukan pemetaan terhadap setiap standar KARS yang relevan dan periksa apakah SIMRS Anda saat ini sudah mendukung pemenuhannya. Buat matriks sederhana: standar KARS di satu kolom, kapabilitas SIMRS di kolom berikutnya, dan identifikasi kesenjangan yang ada.
Prioritaskan Area dengan Risiko Temuan Tertinggi
Berdasarkan pengalaman survei sebelumnya atau hasil self-assessment, identifikasi area mana yang paling berisiko mendapat temuan. Mulailah perbaikan dari area tersebut, baik dari sisi proses maupun dari sisi dukungan teknologinya.
Bangun Budaya Data di Seluruh Organisasi
Teknologi terbaik tidak akan efektif jika tenaga kesehatan tidak menggunakannya dengan benar dan konsisten. Investasi dalam pelatihan dan perubahan budaya adalah bagian tak terpisahkan dari kesiapan akreditasi KARS SIMRS yang sesungguhnya.
Lakukan Simulasi Survei Berbasis Data
Sebelum survei sesungguhnya, lakukan simulasi internal yang menguji kemampuan SIMRS menghasilkan laporan dan data yang diminta. Ini akan mengidentifikasi kelemahan sebelum surveyor KARS menemukannya.
Kesimpulan: SIMRS Bukan Biaya, Melainkan Investasi Akreditasi
Pandangan bahwa SIMRS adalah beban biaya operasional perlu direvisi secara fundamental. Dalam konteks standar akreditasi RS 2026 yang semakin mengutamakan bukti digital, SIMRS yang andal adalah investasi strategis yang memiliki return nyata: akreditasi yang lebih lancar, status akreditasi yang lebih mudah dipertahankan, dan yang paling penting—kualitas layanan pasien yang lebih baik.
Akreditasi KARS SIMRS bukan dua hal yang terpisah. Mereka adalah satu kesatuan yang saling menguatkan. Rumah sakit yang memahami ini lebih awal akan memiliki keunggulan kompetitif yang signifikan—bukan hanya dalam proses survei, tetapi dalam kualitas operasional sehari-hari yang pada akhirnya dirasakan langsung oleh pasien.
Waktu yang tepat untuk mempersiapkan ini bukan dua bulan sebelum survei. Waktu yang tepat adalah sekarang.
Apakah SIMRS rumah sakit Anda sudah siap menghadapi standar akreditasi KARS terbaru?Tim DHealth siap membantu Anda melakukan asesmen kesiapan SIMRS terhadap standar KARS—dan menunjukkan secara konkret bagaimana SIMRS DHealth yang KARS-compliant dapat memperkuat posisi akreditasi rumah sakit Anda.
Ingin tahu lebih lanjut? Jadwalkan demo gratis SIMRS DHealth di www.dhealth.co.id/kontak atau hubungi tim kami via WhatsApp.


